idn*

Ide dari proyek seni AMBANGAN ini adalah menghadirkan sebuah performans berupa simulasi kecil medan seni yang dibangun dari penggabungan ide akan performativitas tentang keseharian, praktik artistik (sketsa), residensi, galeri, dan pameran.

Perlakuan terhadap galeri disetarakan dengan perlakuan terhadap ruang praktik artistik, ruang residensi, ruang pameran, serta ruang keseharian dengan menghadirkan ikon-ikon aktivitas yang biasa terjadi dalam kehidupan dan kerja kesenian seorang pengkarya.

Sehingga keseluruhan simulasi yang dihadirkan pada ruang representasi ini sekaligus menjadi presentasi yang mengutip serakan peristiwa tentang bagaimana desain sistem medan seni berbasis kolektivitas berlangsung. Ia adalah posisi, tawaran, atau bagian dari kenyataan yang diseleksi dan ditata ulang sedemikian rupa untuk membicarakan konstelasi yang lebih besar hari ini di tataran global.

Ia adalah cara untuk membicarakan tentang mutasi-mutasi dalam sistem yang kita jalani, yang senantiasa dalam kondisi taksa untuk mampu mempertanyakan banyak versi akan kebenarannya sendiri, dan terus berada pada zona yang ambang.

(Tulisan pameran proyek oleh Anggraeni Widhiasih & Prashasti Wilujeng Putri)

eng*

The idea of AMBANGAN art project is to present a performance in the form of a small-scale simulation of the art scene, incorporating ideas such as the performativity of daily life, artistic practice (sketching), residency, gallery, and exhibition.

The gallery would be treated like how one would treat a space for artistic practice, residency, exhibition, and daily living using icons of the activities that occur in the lives and work process of an artist. Therefore, the entire simulation presented in this representation space also functions as a presentation that cites a jumble of events that explains how a collective-based art scene system design works. It is a position, an offer, or part of reality - selected and reorganized in such a way to discuss a greater constellation in a global scale. It is a means to talk about the mutations in the system we live in, which is always in an equivocal condition to be able to question many versions of its own truth, and to continue to exist in the threshold zone.

(Project exhibition text by Anggraeni Widhiasih & Prashasti Wilujeng Putri)

Performers:

Alifah Melisa

Dini Adanurani

Maria Deandra

Maria Silalahi

Niskala Utami

Prashasti Wilujeng Putri

Pingkan Polla

Raras Umaratih

Image Credits: Cemeti Art Institute, 69 Performance Club, and the respective artists Mels (Alifah Melisa), Dini Adanurani, Maria Deandra, Pingkan Polla, PWP (Prashasti Wilujeng Putri), Raras Umaratih

AMBANGAN

72-hour group performance

Curated by Anggraeni Widhiasih & Prashasti Wilujeng Putri

at Cemeti Art Institute, with Milisifilem Collective & 69 Performance Club

Previous
Previous

Compost Landscape Painting: Non-EU + Worm Garden

Next
Next

Lambe Lambe